Banyak pecinta kopi mengira bahwa rasa unik dalam cangkir mereka hanya berasal dari jenis bijinya. Faktanya, bagaimana buah kopi (cherry) ditangani setelah dipetik—atau yang dikenal sebagai proses pasca panen—memiliki peran hingga 40% dalam pembentukan profil rasa akhir. Proses ini bertujuan untuk memisahkan biji kopi dari lapisan kulit dan daging buah serta menurunkan kadar air hingga aman untuk disimpan.
1. Wash Process (Proses Basah)
Metode ini berfokus pada kemurnian rasa biji kopi tanpa pengaruh dari daging buahnya. Proses ini sering dianggap sebagai standar untuk mengevaluasi kualitas asli sebuah varietas kopi.
- Tahapan: Buah kopi dikupas kulitnya (pulping), lalu direndam dalam tangki air untuk proses fermentasi guna meluruhkan lapisan lendir (mucilage). Setelah bersih, biji dijemur di atas meja pengering.
- Profil Rasa: Menghasilkan kopi yang sangat clean (bersih), memiliki tingkat keasaman (acidity) yang cerah dan tajam, serta menonjolkan catatan rasa floral dan buah-buahan sitrus.
2. Natural Process (Proses Kering)
Ini adalah metode tertua dan paling tradisional. Dalam proses ini, biji kopi dibiarkan berinteraksi dengan daging dan kulit buahnya dalam waktu yang lama selama penjemuran.
- Tahapan: Buah kopi utuh langsung dijemur di bawah sinar matahari segera setelah dipetik. Buah dibolak-balik secara berkala agar tidak membusuk hingga kulitnya mengering dan menghitam seperti kismis.
- Profil Rasa: Memiliki body yang tebal (creamy), kemanisan yang intens, serta karakter rasa buah tropis yang sangat kuat. Seringkali muncul aroma eksotis seperti winey, beri, atau nangka.
3. Honey Process (Proses Madu)
Metode ini merupakan jalan tengah (hibrida) antara Wash dan Natural. Nama "Honey" bukan berarti menggunakan madu, melainkan merujuk pada lapisan lendir (mucilage) yang terasa lengket seperti madu saat proses pengeringan.
- Tahapan: Kulit luar buah dibuang, namun sebagian atau seluruh lapisan lendir tetap dibiarkan menempel pada biji saat dijemur.
- Klasifikasi: Terbagi menjadi White, Yellow, Red, hingga Black Honey, tergantung pada seberapa banyak lendir yang tersisa dan durasi penjemurannya.
- Profil Rasa: Menghasilkan keseimbangan yang luar biasa antara kemanisan yang tinggi, body yang lembut, dan keasaman yang tidak sekuat proses Wash.
4. Giling Basah (Wet Hulled) - Khas Indonesia
Metode ini sangat unik dan jarang ditemukan di luar Indonesia (terutama di Sumatra dan Sulawesi). Proses ini lahir karena tingginya kelembapan udara di Indonesia yang menyulitkan pengeringan cepat.
Karakter: Biji kopi dikupas kulit tanduknya saat masih memiliki kadar air yang tinggi (sekitar 30-35%). Hasilnya adalah biji dengan profil rasa earthy (tanah basah), rempah-rempah (spicy), cokelat hitam, dan tingkat keasaman yang sangat rendah.
Tips Memilih: Jika Anda menyukai kopi hitam yang menyegarkan seperti teh, pilihlah Wash Process. Jika Anda mencari kopi yang terasa seperti jus buah atau memiliki rasa manis yang pekat, Natural atau Honey Process adalah pilihan terbaik.

