Kopi Percolator adalah metode seduh klasik yang sering diidentikkan dengan petualangan berkemah dan aroma kopi yang kuat di pagi hari. Alat ini bekerja dengan siklus gravitasi yang unik: air mendidih naik melalui pipa tengah, membasahi bubuk kopi, dan jatuh kembali ke bawah untuk dipanaskan lagi secara terus-menerus.
Panduan Langkah Demi Langkah
Untuk menghindari rasa yang terlalu pahit, ikuti instruksi presisi berikut:
- Persiapan Air: Isi wadah bagian bawah dengan air bersih. Jangan melewati batas bawah keranjang kopi agar bubuk kopi tidak terendam air secara langsung sejak awal.
- Gilingan Kopi: Gunakan gilingan extra coarse (sangat kasar). Partikel kopi yang terlalu halus akan lolos dari lubang keranjang dan menyebabkan ampas yang mengganggu di dasar teko.
- Rasio Ideal: Gunakan sekitar 1 sendok makan bubuk kopi untuk setiap 200ml air.
- Proses Pemanasan: Panaskan di atas kompor atau api unggun hingga air mulai mendidih dan terlihat naik ke tutup kaca (knob) di bagian atas teko.
Kunci Kontrol Rasa: Waktu dan Suhu
Berbeda dengan metode manual brew modern, Percolator menyeduh kopi dengan air yang sangat panas secara berulang-ulang. Berikut cara mengendalikannya:
1. Durasi "Perking": Setelah air mulai memercik ke kaca atas, kecilkan api. Biarkan proses penyeduhan berlangsung selama 5 hingga 7 menit. Lebih dari itu, kopi akan mengalami over-extraction dan terasa gosong.
2. Pantau Warna: Perhatikan warna air yang memercik di tutup kaca. Jika warnanya sudah berubah menjadi cokelat tua yang kaya, segera angkat dari sumber panas.
Keunggulan & Kelemahan
| Keunggulan | Kelemahan |
|---|---|
| Sangat tangguh dan tahan lama untuk camping. | Rentan menghasilkan rasa pahit jika suhu tidak dijaga. |
| Mampu menyeduh kopi dalam jumlah besar sekaligus. | Profil rasa kurang kompleks dibanding metode pour over. |
Tips Pro: Setelah diangkat dari api, diamkan teko selama 1-2 menit sebelum dituang. Hal ini membiarkan sisa-sisa partikel halus mengendap sempurna di dasar teko, sehingga hasil tuangan Anda lebih bersih.

